29 Mei 2011

Bikin Digital Video Terlihat Seperti Film


Membuat video terlihat digital seperti film adalah salah satu harapan utama setiap pembuat film independen ketika melakukan produksi video, sepertinya ini menjadi keharusan agar penonton merasakan sebuah "perbedaan".

Sebgai awal selayaknyua penonton disuguhkan hal yang paling menarik yang mampu "menahan" penonton untuk tidak beranjak atau pendah ke channel lain : penonton secara umum tidak mengetahui atau bahkan tidak peduli seberapa susahnya proses produksi sebuah film, yang penting mereka hanya tahu sebuah film diputar dan menikmatinya. Penonton mungkin tidak mampu mengapresiasikan sebuah film dari segi teknis, misalnya masalah pencahayaan yang berpengaruh terhadap cerita atau bagaimana pencahayaan itu terlalu terang dsb, tapi penonton secara naluriah merasa bahwa sesuatu yang berlebihan tidaklah bagus .


Mengapa video yang "berkarakter" film begitu diinginkan? film 35mm memiliki resolusi lebih tinggi dari video digital sekalipun dan ini menjadi faktor utama kenapa kamera film masih menjadi favorit hingga saat ini karena menghasilkan Tekstur, kehalusan warna, resolusi, kontras dan karakteristik yang maksimal . Berikut adalah pendapat Janusz Kaminski, Director of Photography pada semua film Spielberg sejak "Schindler's List,":

"Saya suka melihat film dan melihat gerakan gandum. Ada respons emosional tertentu, apakah pemirsa sadar atau tidak, kita menjauhkan diri secara emosional dari gambar yang tajam dan jelas. Grain mengingatkan orang pengalaman mereka dan membuat mereka lebih dekat ke cerita. "

(Dari "Going with the Grain” - sebuah artikel oleh John Calhoun)

Inilah sebagian alasan mengapa kita memakai seluloid . Kaminski, tentu saja, mengacu pada video digital ketika ia menyebutkan "gambar yang tajam dan jelas."

Jadi memang agak rumit meski bisa dikatakan tak terlalu susah bagaimana menjadikan video digital mampu kita tampilkan dan kita beri nuansa seperti halnya film, walaupun video saat ini belum bisa menjadi pengganti sebenarnya untuk film , namun ada kemungkinan pendapat ini dalam waktu tidak terlalu lama sepertinya akan berubah.
[ Read More.. ]

29 April 2011

White Balance pada Kamera Video



White balance pada dasarnya berarti keseimbangan warna. Supaya menjadikan gambar putih menjadi "benar-benar putih" dengan tujuan mendapatkan gambar yang nyata.. Karena cahaya putih adalah memiliki jumlah terbanyak dari semua jenis warna , sehingga kamera akan menampilkan semua warna dengan benar. Salah white balance mengakibatkan gambar menjadi kekuningan, kebiruan, atau bahkan menjadi oranye

Pada kebanyakan kamera terbaru sudah terdapat fasilitas auto white balance tapi kita tetap selalu menggunakan manual white balance karena memang terdapat perbedaan antara yang manual dengan yang telah diset oleh pabrik.

Bagaimana Melakukan Manual White Balance

Anda harus selalu melakukan prosedur ini setiap awal proses pengambilan gambar, dan setiap kali kondisi pencahayaan berubah. Hal ini penting sekali untuk menyeimbangkan kembali putih ketika berpindah dari dalam ruangan dan luar ruangan, dan antara kamar diterangi berbagai jenis lampu. Selama pagi dan sore hari, perubahan warna daylight sangat cepat dan signifikan walaupun mata anda tak menyadarinya, maka anda perlu melakukan proses white balance dengan menekan tombol WB pada kamera.

1. Jika kamera Anda memiliki roda filter (atau jika anda menggunakan add-on filter/filter tambahan), pastikan Anda menggunakan filter yang benar untuk kondisi pencahayaan saat itu.
2. Arahkan kamera ke subjek putih , sehingga sebagian besar apa yang Anda lihat dalam frame adalah putih.
3. Mengatur eksposur (jangan terlalu over maupun terlalu low dan fokuskan.
4. Aktifkan white balance dengan menekan tombol kamera dapat berlangsung beberapa detik untuk mendapatkan inputtemperatur cahaya yang disimbolkan dengan derajat Kelvin dan memberikan laporan pada anda bahwa proses white balance berhasil atau terkadang gagal kecuali anda telah melakukan prosedur dengan benar.
[ Read More.. ]

Komposisi atau Framing



Dalam pembuatan film atau video, "komposisi" hanya mengacu pada bagaimana Anda mampu menempatkan subjek dan hal lain yang ada di frame. sutradara yang berbeda memiliki gaya yang berbeda dengan sutradara lain , Satu-satunya cara untuk mempelajari dan berkarya dengan baik adalah untuk menonton banyak film bagus berulang kali dan bereksperimen dengan kamera anda sendiri.

Sebuah "aturan" utama dari komposisi adalah bahwa subjek harus ditempatkan sedikit ke kanan atau ke kiri dari pusat frame , terutama jika subjek memiliki unsur directionality untuk itu (misalnya, jika mem-frame close-up seorang aktor melihat dari kiri ke kanan, aktor harus sedikit ke kiri tengah). Ini dikenal sebagai aturan pertiga yaitu konsep pada produksi film video dimana frame dibagi menjadi menjadi sembilan bagian imajiner,
dimana anda harus menempatkan obyek berada 1/3 atau 2/3 dari keseluruhan lebar frame dan bukan menempatkan obyek tepat di tengah-tengah

Kata "aturan" dalam tanda kutip karena memang tidak ada aturan dalam pembuatan film: pengamatan empiris terjadi hanya dari apa yang bekerja dengan baik dan apa yang tidak."aturan" dapat dibagi dengan hasil bagus dalam situasi yang sesuai. Kita harus tahu kapan harus tetap berpegang pada aturan-aturan ini dan kapan kita mengabaikannya, itu semua adalah bagian dari sebuah proses dari pengambilan gambar. Dalam pakem yang telah umum dapat dikenal macam-macam komposisi antara lain :

1. Looking room
2. Head room
3. Over Shoulder shot
4. Point of view
5. Cut a way
6. Close up
7. Medium close up
8. Big close up
9. Ekstrem close up
10. Long shot
11. Very long shot
12. Ekstrem long shot
13. Full shot
14. Middle shot
15. Wide shot
16. One shot
17. Two shot
18. Three shot
19. Group shot dsb
[ Read More.. ]

29 Maret 2011

Tips Seputar Pembuatan Video Musik




Banyak prinsip-prinsip pembuatan film umum juga berlaku untuk produksi musik video.

Sebagai langkah awal rekamlah satu lagu secara lengkap yang dapat gunakan sebagai shot master pada proyek anda kemudian rekamlah bagian perbagian seperti penyanyi, pemain musik, model, figuran dsb tergantung tema dan konsep video klip masing-masing

Selain itu, yang paling penting adalah menginstruksikan penyanyi untuk menyanyi dengan sebaik-baiknya dan tidak menyanyi setengah hati. Jika mereka seperti bergumam, tidak akan terlihat bagus ketika mencoba mensinkronkan lagu tersebut, karena ketegangan dan gerakan wajah dan bahasa tubuh tidak akan konsisten dengan vocal /lagu. Mereka harus bernyanyi seolah-olah kita sedang membuat rekaman nyata dari lagu tersebut.

Ambil angle sebanyak mungkin dari berbagai sudut dan lokasi serta mencakup seluruh lagu, ini akan memudahkan editor memiliki pilihan yang banyak dan variatif, dan yang paling penting banyak-nanyaklah mengambil cut away, berbeda pada film video klip banyak sekali jumpshot dan kadang antar shot tidak saling berkaitan dalam hal ini cut away sangat dibutuhkan.

Dalam hal tertentu kaidah film banyak dipakai di video klip seperti teknik komposisi gambar, pencahayaan, pengadeganan, tapi dalam banyak hal justru banyak yang melanggar teknik sinematografi seperti continuity dan cerita terkadang tidak berhubungan satu sama lain justru di sinilah letak keindahan video musik itu sendiri yang memungkinkan kita berkreasi dengan sebebas-bebasnya…..
[ Read More.. ]

02 Februari 2011

Cara mendapatkan kualitas audio yang bagus


Sejauh ini kelemahan teknis terbesar banyak video dan film independen adalah suara. dialog di lokasi yang kadang tidak selalu direkam dengan teknik yang benar dan menghasilkan kualitas audio yang buruk. Lokasi rekaman suara adalah faktor utamanya

Berikut ini tips untuk menghasilkan kualitas audio yang bagus :

1.Pilih mikrofon yang tepat

Untuk merekam suara berkualitas tinggi jenis mikrofon harus digunakan: shotgun untuk lokasi outdoor, shotgun sedang untuk indoor, dan non-directional untuk interior sempit.
Semakin terarah akan semakin bagus rekaman suara yang dihasilkan , tetapi yang perlu diingat penggunaan mikrofon directional akan merekam terlalu banyak gema di lokasi interior. Audio-Technica BP4073 Shotgun Microphone yang sangat di rekomendasikan untuk situasi ini yang merupakan mic favorit dari banyak profesional.

2. Tempatkan mikrofon sedekat mungkin dengan mulut aktor

Setelah memilih mikrofon yang tepat, dan mendapatkan lokasi dialog berkualitas tinggi usahakan untuk menempatkan mikrofon sedekat mungkin pada subyek. Dengan cara ini suara aktor akan jauh lebih jelas dan lebih dominan dari kebisingan latar belakang. mikrofon juga harus berada di atas kepala , mengarah ke bawah di mulut aktor. Pilihan terbaik kedua adalah untuk menempatkan mikrofon di bawah tepi bawah frame, dengan mikrofon mengarah ke atas di mulut aktor.

Cara terbaik selanjutnya adalah dengan membuat aktor masuk ke dalam frame dan menginstruksikan operator boom untuk memasukkan mikrofon ke dalam frame, kemudian angkat sampai keluar dari frame sambil mengatur posisi mikrofon di atas kepala actor.
Cara ini sedikit beresiko jika audioman tidak konsentrasi bisa jadi mikrofon akan masuk ke dalam frame,
[ Read More.. ]

Tips Penggunaan Zoom pada Lensa



Sebagai pemula alangkah baiknya menghindari penggunaan zoom, tetapi pada kenyataannya penggunaan zoom yang benar dapat menjadikan gambar menjadi indah seperti pada film milik Ridley Scott : Hannibal dan film Munich milik Steven Spielberg yang merupakan film pertama Spielberg yang menngunakan zoom memang Spielberg dikenal sebagai sutradara yang “anti zoom”

Ridley Scott mampu memanfaatkan fasilitas zoom sebagai subyek pendekatan kamera dan terkadang dia sangat suka bermain dengan low angle, hal ini sangat mencolok jika digabungkan zoom yang memiliki efek pembesaran subyek dikombinasikan dengan mendekatnya subyek terhadap kamera yang mampu menimbulkan efek pembesaran di frame. Ada salah satu contoh penggunaan zoom yg sangat bagus yaitu dalam satu adegan di film “Gladiator “ di mana Commodus menuntut kesetiaan dari kakaknya setelah persekongkolan melawan dia digagalkan dan dalam film “ Kingdom of Heaven “ketika Richard III mendekati Balian di akhir film, Teknik zoom yang kuat memang segaja dibuat dan bukan kebetulan untuk mendukung adegan dan situasi yang luar biasa.

Kadang zoom digunakan sangat pelan dan halus sehingga penontonpun tak pernah menyadarinya, ini merupakan spesialisasi James Cameron seperti yang terjadi dalam film Terminator 2 ketika Dyson sedang sekarat dan memegang sebuah benda diatas detonator, kamera men-zoom sangat pelan pada Dyson kemudian zoom berhenti ketika dia menghembuskan napas terakhir dan menjatuhkan benda tersebut diatas detonator sampai meledakkan bangunan Cyberdine Up.

Kesimpulannya zoom memang harus digunakan sesuai kebutuhan jangan pernah menggunakan zoom pada momen yang tidak perlu yang dapat membuat gambar anda tidak semakin bagus

[ Read More.. ]